Mu’adz Bin jabal (seorang cendekiawan muslim yg paling tau antara Haram dan Halal)

Tatkala Rasulullah mengambil bai’at dari orang-orang Anshar pada perjanjian Aqabah yang kedua, diantara para utusan yang terdiri atas 70 orang itu terdapat seorang anak muda dengan wajah berseri, pandangan menarik dan gigi putih berkilat serta memikat perhatian dengan sikap dan ketenangannya. Dan jika bicara maka orang yang melihat akan tambah terpesona karenanya . . . .!

Nah, itulah dia Mu’adz bin Jabal r.a . . . . . lanjut baca yah

Orang yang pertama dihukum di Akhirat

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pada hari kiamat Allah akan menghukum semua makhluk dan semua makhluk tertekuk lutut. Pada hari itu orang yang pertama sekali akan dipanggil ialah orang yang mengerti Al-Quran, kedua orang yang mati fisabilillah dan ketiga ialah orang kaya. baca selengkapnya

Jika saatnya tiba (Keadaan Manusia di Padang Mahsyar)

Setelah semua mahkluk yang bernyawa dialam nyata ini mati dan hancur binasa Allah s.w.t. memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniupkan angin Sangakala yang hebat itu untuk menghidupkan semula semua mahkluk yang sudah mati Israfil meniup dan berteriak dengan sekuat-kuatnya: “Wahai nyawa yang telah keluar dari badan, tulang-tulang yang telah reput luluh, tubuh yang telah buruk, urat yang telah putus berkecai, kulit-kulit yang telah pecah hancur, rambut-rambut yang telah luruh! Bangunlah kamu semua untuk menjalani hukuman dari Allah s.w.t. yang menjadi Hakim Besar dan Raja kepada semua raja!”.

Maka dengan tiba-tiba baca lagi donk

Ummu Salamah r.a

Lembaran sejarah hijrah Ummat Islam ke Madinah, barangkali tidak bisa melupakan torehan tinta seorang ibu dengan putrinya yang masih balita.
Keduanya, hanya dengan mengendarai unta dan tidak ada seorang lelakipun yang menemaninya, meski kemudian ditengah jalan ada orang lanjutkan baca

I Want to Fight

Aku ingin Berjuang

Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah

Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. “Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik”, kata hati pemuda itu. Yah,…..sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. Kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.

Maut, adalah baca lanjutannya yuk

PESAN ITU DATANG Pada sebuah BATU KECIL

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang- orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja Continue reading

KEMARAHAN

Sekedar ingin berbagi tentang apa yang pernah aku dapatkan dari salah satu tabloid tentang bagaimana mengatasi sikap marah,

wah…pasti kalian g’ pengen kan wajahnya terlihat marah-marah terus seperti gambar diatas… hehehe

nah artikel itu menjelaskan kayak gini nih, dibaca yah 😀
Dalam kitabnya yang terkenal Ihya Ulamuddin, Imam Al Ghazali membagi sikap marah menjadi tiga bagian. Marah yang terpuji, marah yang tercela dan marah yang diperbolehkan.
Lebih lanjut al-ghazali menjelaskan, marah yang terpuji adalah marah yang timbul hanya karena semata-matakarena Allah ta’ala dan agamanya, firman Allah “ dan tak kala Musa telah kembali dengan kaumnya dengan marah dan sedih hati, dia berkata, “alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sepeninggal kepergiaanku!…. “ Al-Araf
Kedua marah yag tercela, yaitu marah yang disebabkan kemaksiatan dan hawa nafdu, sedang marah yang diperbolehkan (mubah) adalah yang tak berkaitan dengan perbuatan maksiat. Berikut ini beberapa adab berkaitan dengan marah yang kadang terjadi pada dirikita. Continue reading