“Jingga”

mungkin salahku,areli

menunggu syair- syair lewat senja yang temaram,

sedangkan kamu merajutnya dalam fajar.

ataukah salahmu menguntai rasa dalam diam,

sehingga angin tak dapat mengirimkan nadanya….

sudah, cukupkan saja,

karena bait-bait  kita tak pernah serupa,

karen melodi kita tak seirama,

hentikn…dan dendangkanlah lagu yg berbeda,

bersama mereka yang mengerti suarkupu-kupu jingga_371a kita……

Untuk mu, yang menghantui hari hari ku.

Advertisements