Wahai Calon Mertua… Jangan Mahalkan Mahar Calon Istriku! (via Nyalakan Terus Harapan untuk Perbaikan)

Wahai Calon Mertua... Jangan Mahalkan Mahar Calon Istriku! Permasalahan lainnya yang menyebabkan para pemuda terjatuh pada kubangan zina adalah terhalangnya keinginan mereka untuk segera menikah. Banyak faktor penyebab yang menghalangi para pemuda untuk menunda menikah atau bahkan mengurungkan niatnya untuk segera menikah, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal…seperti seseorang yang karena keinginan pribadinya lebih mengutamakan mengejar karir dalam kehidupan dunianya. Bahkan ad … Read More

via Nyalakan Terus Harapan untuk Perbaikan

7 Comments

  1. Assalamu alaikum… apa kabar ukhtiy?

    Ini mi postingan yg kusuka skali…. hehehehe

    • walaikum salam, kabar baji-baji ji…

      wah, disuka sekali paeng ini postingan nah, langsung mi ki saja ke TKP yang tukang postingnya ucapkan terima kasih karena menulis artikel ini, krn permasalahannya sering terjadi di tanah CELEBES.

      BTW termasuk dalam faktor yang mana ki bede’ dlam postingan diatas?😀

      • saya suka krn mudah2an ada banyak wanita yg membaca ini sist…

        kali ini saya “serius” ya… hehehe

        saya heran dgn yg terjadi di negeri kita, trutama di Celebes, seolah-olah pernikahan itu adalah komoditi/komersil/dll.
        siapa yg susah nantinya? apakah anak perempuannya tdk akan susah klo suaminya nanti harus memulai dari NOL utk mengumpulkan uang krn uang yg dia simpan HABIS utk biaya nikah? Pernikahan adalah awal dari perjuangan yg panjang dan penuh tanggung jawab, bahkan hingga ke akhirat pertanggungjawabannya!
        Seremoni pernikahan yang ‘WAH” adalah merupakan perpanjangan tangan dari MUBAZZIR, dan itu adalah perbuatan syaitan!
        Knp kita tdk mengikuti anjuran Rasulullah ttg pernikahan? smuanya logis, sangat masuk akal. knp mau bersusah payah hanya utk mengejar kepentingan “riya”, mau dibilang anaknya dilamar dgn harga tertinggi…. memangnya wanita itu pantas dilelang? Banyak yg memperjuangkan hak2 wanita, ttp di sisi lain mereka tdk sadar bhw mereka sendiri yg menginjak-injak harga diri wanita itu sendiri dengan memperjual-belikannya kpd seorang pemuda yang notabene adalah calon suami, partner dlm kehidupan, bapak utk anak2, dsb. Tidakkah seorang suami akan memperlakukan istrinya sebagai “budak belian” jika kelak mereka hidup berumah tangga lantaran sakit krn lamarannya hanya dilihat dari sisi materi saja? wallahu a’lam bissawaab….
        sekian mo dulu, nnti komentarku malah jadi postingan klo trlalu panjang ces…. hahahaha

  2. Subhanallah… bisa ton ji ki paleng serius,

    iya betul bro, masalahnya sekarang bisa kah pola fikir orang tua kampung kita diubah, lantaran itu sudah membudidaya dan menjadi adat turun temurun.

    satu kata “Panjang betul postingan ta’ di’, eh…. salah, komentar maksud ku”😀

    thank’s dah coment,

    • bukan cuma org kampung yg berpandangan sprti itu sist, org kota pun demikian adanya! makanya sampai skrg saya blm beristri…. hehehe

      • wahahahay,,, saya fikir adami cucu ta 3,

  3. ini ka tdk mauki nabantu cari jodoh-e….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s